Begini anjuran WHO dan Kemenkes terkait cara pencegahan virus corona ( Covid-19 )

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Untuk pertama kalinya, jumlah kematian per hari akibat wabah virus corona di China menembus angka 100 orang. Sedikitnya 108 orang meninggal dalam 24 jam pada Senin (10/2).

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini adalah cara mencegah virus corona, virus yang sekarang sedang diwaspadai warga dunia.

Sudah ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit COVID-19 di Indonesia. Warga perlu lebih menjaga diri tanpa harus panik.

Cara-cara berikut dikutip dar laman detikcom, hasil dari pelbagai keterangan narasumber dan ahli hingga Senin (2/3/2020) malam.

Cara WHO

Pertama, imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang kemudian disampaikan kembali oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam panduan ‘Menjaga Lingkungan Kerja dari Risiko Penularan COVID19’

Ini adalah langkah-langkah pencegahan penularan virus corona menurut WHO:

– Jaga tempat kerja tetap bersih dan higienis

– Rutin cuci tangan secara bersih dan menyeluruh

– Terapkan etika bersin dan batuk yang benar

– Imbau kolega/kerabat yang sakit untuk beristirahat di rumah

– Perhatikan peringatan perjalanan (travel warning) dari pemerintah sebelum melakukan perjalanan dinas ke luar negeri

– Jika COVID19 telah menyebar di lingkungan sekitar, mereka yang mengalami batuk/demam ringan harus tinggal di rumah

– Upayakan untuk melakukan teleworking (mobile/remote working).

Saat COVID-19 mulai menyebar di lingkungan sekitar, otoritas kesehatan akan memberikan imbauan terkait penggunaan transportasi publik atau bepergian ke tempat ramai.

Imbauan agar senantiasa mencuci tangan usai beraktivitas di luar ruangan ini senantiasa ditekankan. Menjaga kebersihan memang perlu agar tubuh terhindar dari bahaya virus.

Cara CDC

Berikut ini juga merupakan langkah pencegahan virus Corona dikutip dari situs badan kesehatan Amerika Serikat, CDC (Centers for Disease Control and Prevention):

a. Cuci tangan dengan air dan sabun minimal 20 detik, atau pencuci tangan yang minimal mengandung 60 persen alkohol

b. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci

c. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit

d. Tinggal di rumah jika sedang sakit

Cara Kemenkes RI

Dikutip dari situs Kemenkes RI, berikut adalah cara pencegahan virus corona jenis baru:

– Sering cuci tangan pakai sabun

– Gunakan masker bila batuk atau pilek

– Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah

– Hati-hati kontak dengan hewan

– Rajin olahraga dan istirahat cukup

– Jangan mengonsumsi daging yang tidak masak

– Bila batuk, pilek, dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan

Menkes Terawan mengatakan gaya hidup sehat dapat mencegah penularan virus corona. Dia berharap pola hidup sehat terus dilakukan oleh masyarakat.

“Kita sesuaikan ajalah gerakan masyarakat hidup sehat itu sudah sangat cukup untuk mencegah virus corona ini merebak. Selama itu terus digaungkan dengan baik cukup untuk mencegahnya,” kata Terawan di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020).

Pakai masker bila sakit

Bagi Anda yang sudah mengalami sakit, batuk, atau flu, maka gunakanlah masker. Ini untuk mencegah supaya virus yang Anda idap tidak menular ke orang lain ketika Anda batuk atau bersin, meski belum tentu virus itu corona.

Virus corona akan lebih mudah berjangkit ke tubuh yang lemah dan sakit. Jadi setiap orang hendaknya saling menjaga.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkali-kali menjelaskan, masker hanya perlu dikenakan oleh orang yang sakit. Orang yang sehat tidak perlu menggunakan masker. Orang yang sehat lebih baik menghindari orang yang sudah sakit supaya tidak tertular.

“Tetap keputusannya dari WHO yang sakit yang pakai masker. Yang sehat nggak usah,” ujar Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Minum jamu

Kedua, ini adalah tips mencegah corona dari guru besar biologi molekuler dari Universitas Airlangga (Unair), Chaerul Anwar Nidom, yakni minum jamu tertentu supaya daya tahan tubuh tidak menurun sehingga mudah terserang corona. Tips ini kemudian disampaikan kembali oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sebagai imbauan untuk warganya.

Menurut pendapat Chaerul Anwar Nidom yang belakangan dikutip Risma, penularan virus corona bisa dicegah menggunakan temulawak, jahe, dan kunyit.

“Jadi sebetulnya untuk menghadapi saat ini (virus Corona) yang sederhana untuk menekan badai sitokin ada yang namanya kurkumin itu terdapat pada jahe, kunyit, temulawak yang buat bumbu masak dan minuman segar itu yang bisa menghambat badai sitokin,” kata Chaerul saat berkunjung ke kantor Transmedia di Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Guru Besar Unair Surabaya Prof Dr Mangestuti Agil mengajak masyarakat mengoptimalkan ’empon-empon’, kata lain dari rempah-rempah itu, termasuk jahe, kunyit, dan temulawak.

Jangan tertipu obat palsu

Hingga saat ini, virus corona belum ada obatnya. Namun, banyak toko online di Indonesia menjual berbagai obat yang mengatas namakan ‘obat virus corona’. Ketua Pusat Kajian Kesehatan (Puskakes) UHAMKA M Bigwanto mengimbau masyarakat jangan mudah tertipu dengan obat seperti itu.

“Masyarakat nggak perlu panik dan jangan tertipu dengan iklan obat di online, karena sampai sekarang obat spesifik untuk COVID-19 belum ada,” ucap Bigwanto kepada detikcom, Senin (2/3/2020).

Untuk mencegah virus corona, Bigwanto mengajak masyarakat untuk implementasikan hidup bersih dan sehat. Hal itu bisa dilakukan dengan cara cuci tangan sebelum dan sesudah makan, perbanyak makan buah dan sayur, hingga hindari banyak bersentuhan dengan sesama manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *